Mencari Jatidiri Universitas Adibuana Surabaya (renungan)

18 10 2010

Acuan Jati Diri Unipa Surabaya

1. Kerangka Pikir.
Keberadaan Unipa Surabaya tidak dapat dipisahkan dengan kelahiran IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro, yang didirikan pada tahun 1971. Pilihan pilihan terhadap jenis kelembagaan, sasaran, klien, stakeholder, nama, tempat deklarasi, semangat pendiri (founding fathers) tidak datang secara serta merta, namun dipastikan mengandung makna yang mendalam dalam kehadiran IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro yang merupakan sifat, ciri khas atau karakter secara kelembagaan yang secara prinsip melekat sepanjang masa atau disebut dengan “Jati Diri” IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro yang selanjutnya diwariskan kepada Unipa Surabaya.
Berkaitan dengan itu maka jati diri Unipa Surabaya, digali berdasarkan beberapa aspek sebagai berikut :
a. Suasana Politik, Sosial dan Ekonomi pada waktu peride pertengahan 60-an s.d. menjelang tahun 1970.
b. Integritas para founding fathers, pandangan terhadap dunia pendidikan serta keteladanan, dan visi terhadap pendidikan
c. Bentuk Perguruan Tinggi sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan.
d. Persatuan Guru Republik Indonesia, latar Belakang, sejarah dan perjuangannya.
e. Sosok Sarmidi Mangunsarkoro, sebagai pejuang pendidikan, sejarah maupun otobiografinya.
f. Sasaran peminat, (ditetapkannya guru terutama anggota PGRI ) dikaitkan dengan suasana yang berkembang saat itu.
g. Gedung Nasional Surabaya sebagai tempat diklarasi.
h. Dll.

2. Metode Penelusuran
a. Sejarah Indonesia tahun 1965-1970
b. Wawancara dengan founding fathers.
c. Biografi Samidi Mangunsarkoro
d. PGRI dan Tujuan sejarah perkembangan.
3. Suasana Sosial, Politik dan Ekonomi pada Era tahun 1965 – 1970.
a. Masyarakat tersegmentasi akibat peristiwa 1965.
b. Ekonomi dalam keadaan terpuruk
c. Jumlah guru mengalami kemerosotan.
d. Kualitas guru rendah
e. Organisasi guru terpecah belah.
f. dll
Kata Kunci :
4. Sejarah Tujuan PGRI
a. Nasionalisme
b. Demokrasi
c. Kemitraan
d. Unitarisme
e. Profesionalisme
f. Kekeluargaan
g. Kemandirian
h. Non Partai
i. Jiwa, semangat dan nilai-nilai 45
Kata Kunci :
5.

Acuan Jati Diri Unipa Surabaya

1. Kerangka Pikir.
Keberadaan Unipa Surabaya tidak dapat dipisahkan dengan kelahiran IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro, yang didirikan pada tahun 1971. Pilihan pilihan terhadap jenis kelembagaan, sasaran, klien, stakeholder, nama, tempat deklarasi, semangat pendiri (founding fathers) tidak datang secara serta merta, namun dipastikan mengandung makna yang mendalam dalam kehadiran IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro yang merupakan sifat, ciri khas atau karakter secara kelembagaan yang secara prinsip melekat sepanjang masa atau disebut dengan “Jati Diri” IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro yang selanjutnya diwariskan kepada Unipa Surabaya.
Berkaitan dengan itu maka jati diri Unipa Surabaya, digali berdasarkan beberapa aspek sebagai berikut :
a. Suasana Politik, Sosial dan Ekonomi pada waktu peride pertengahan 60-an s.d. menjelang tahun 1970.
b. Integritas para founding fathers, pandangan terhadap dunia pendidikan serta keteladanan, dan visi terhadap pendidikan
c. Bentuk Perguruan Tinggi sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan.
d. Persatuan Guru Republik Indonesia, latar Belakang, sejarah dan perjuangannya.
e. Sosok Sarmidi Mangunsarkoro, sebagai pejuang pendidikan, sejarah maupun otobiografinya.
f. Sasaran peminat, (ditetapkannya guru terutama anggota PGRI ) dikaitkan dengan suasana yang berkembang saat itu.
g. Gedung Nasional Surabaya sebagai tempat diklarasi.
h. Dll.

2. Metode Penelusuran
a. Sejarah Indonesia tahun 1965-1970
b. Wawancara dengan founding fathers.
c. Biografi Samidi Mangunsarkoro
d. PGRI dan Tujuan sejarah perkembangan.
3. Suasana Sosial, Politik dan Ekonomi pada Era tahun 1965 – 1970.
a. Masyarakat tersegmentasi akibat peristiwa 1965.
b. Ekonomi dalam keadaan terpuruk
c. Jumlah guru mengalami kemerosotan.
d. Kualitas guru rendah
e. Organisasi guru terpecah belah.
f. dll
Kata Kunci :
4. Sejarah Tujuan PGRI
a. Nasionalisme
b. Demokrasi
c. Kemitraan
d. Unitarisme
e. Profesionalisme
f. Kekeluargaan
g. Kemandirian
h. Non Partai
i. Jiwa, semangat dan nilai-nilai 45
Kata Kunci :
5.





Kenaikan BBM : Betul Betul Mabuk

27 05 2009

Peristiwa yang dicemaskan banyak orang terjadilah sudah, harga BBM naik rata-rata lebih dari 28 persen tidak banyak perbedaan dengan yang diinformasikan pemerintah sebelumnya yakni 30 %. Korban sudah banyak berjatuhan misalnya rakyat miskin, mahasiswa, buruh dan penumpang bis dll.

Polisi telah bertindak sangat luar biasa menangkapi mahasiswa UNAS dengan cara yang sangat brutal yakni menyerbu kampus. Dalam pikiran polisi mahasiswa telah bertindak kriminal, kampus merupakan sarang penjahat sehingga perlu diserbu. Suatu pola pikir yang masih dihidupkan setelah sekian lama tewas bersamaan  dengan tumbangnya orde baru. Perilaku ini saya pikir sudah tidak beradab, sebagai gambaran polisi yang akan menangkap penjahat etikanya memberitahu RT/RW setempat sebelum menangkap pencopet atau maling ayam. Tapi menangkap mahasiswa yang berdemo untuk kepentingan rakyat, kampus sebagai wilayah pengembangan generasi muda berwawasan keilmuan dianggap mengandung potensi kriminal pada level yang sangat membahayakan – harus diberantas secara tuntas- sangat memprihatinkan





Gengsi Minum Kopi

16 06 2008

Di jepang ada upacara minum teh yang sangat terkenal itu, tetapi saya pikir di tempat lain juga ada hal yang semacam itu, yang belum terungkapkan. Berikut ini akan saya ceritakan mengenai posisi minum kopi di daerah tertentu, ini bukanlah sebuah upacara tradisi namun masalah nilai yang berkembang di masyarakat desa tertentu.

Ada baiknya saya ceritakan kondisi masyarakat yang saya maksudkan itu, desa itu terletak di kabupaten Malang berada pada ketinggian 700 m dpl jadi iklimnya cukup dingin, pada musim kemarau air sungai seperti kawah yang mengeluarkan uap air sepanjang aliran sungai,itu terjadi pada pagi hari (setelah dewasa baru saya pahami bahwa pada saat itu air sungai lebih hangat dibandingkan dengan suhu udara, udara terasa lebih kering sehingga penguapan air mudah terjadi- unutk mencapai keseimbangan pada permukaan air dan udara). Penghidupan masyarakat sebagaian besar bertani, menanam kopi sebetulnya bukanlah usaha tani utama yang pokok adalah bercocok tanam padi dan jagung) , tidak ada yang menanam teh namun demikian bukan berarti mereka tidak tahu teh, di toko-toko banyak dijual beraneaka jemnis teh siap saji.

Bila bertamu ke rumah penduduk, tuan rumah akan menyuguhkan minuman kopi panas, minum teh dianggap kurang menghargai tamu, bernilai rendah dan dianggap pelit. Sehingga minum kopi seolah merupakan tradisi bagi semua rumah tangga, hanya sedikit saja yang suka minum teh, Mereka yang suka minum teh seakan keluar dari komunitas itu.

Kopi yang digunakan sebagai bahan minuman biasanya bukan kopi murni, rasa kopi murni dianggap kurang mantap, kurang memenuhi selera minum kopi. Kopi yang dimaksud biasanya terdiri atas kopi, jagung giling atau beras putih. Istilah lain adalah kopi gempo maksudnya kopi segenggam tangan dan campurannya satu tompo(bakul nasi).

Maksud saya seandainya kegiatan itu dikelola secara baik pasti dapat menyaingi ritual minum teh yang terkenal di Jepang. Misalnya Kopinya harus berkualitas, misalnya kopi luwak, air minum berasal dari 7 mata air, yang menggoreng kopi hanya boleh dilakukan oleh perawan, pakaian saat minum kopi harus menggunakan dress code tertentu misalnya pakaian adat yang dirancang tertentu, dll.





Kebangkitan Nasional Kenaikan Harga BBM

19 05 2008

farmakologi igolokamnfarDalam rangka menyambut hari kebangkitan nasional yang ke 100, kado istimewa bangsa ini adalah rencana kenaikan bahan bakar minyak yang diperkirakan mencapai 30%. Pro dan kontra tentang kebijakan ini sedang berlangsung, pemerintah dan penyokongnya berkampanye mengenai bahwa kebijakan ini untukagar rakyat miskinlah yang seharusnya disubsidi karena saat ini garuda-pancasila copysubsidi BBM dinikmati orang kaya. Bagi yang kontra berargumen bahwa dampak kenaikan harga BBM yang menderita tetap rakyat miskin bukan orang kaya, pemerintah sampai saat ini belum memiliki obat mujarab untuk mengatasi masalah yang timbul akibat kenaikan harga BBM.

Pada tanggal 20 Mei 1908 berdirilah organisasi politik yang bernama Boedi Oetomo, hari kelahirannya dijadikan hari Kebangkitan Nasional yang secara resmi diperingati setiap tanggal 20 Mei, sehingga pada tahun 2008 ini merupakan peringatan yang ke 100. Boedi oetomo adalah organisasi politik pertama di Indonesia yang memiliki tujuan sangat monumental pada masanya yakni mencapai Indonesia Merdeka, bebas dari belenggu penjajahan, mandiri, mampu mengurus negara dan bangsa menjadi lebih sejahtera.

Sering kali ditanyakan, ‘Apakah kita sudah Merdeka ?’. Jawaban masalah ini tidak mudah, Ekonomi, hukum, pendidikan samapai saat ini belum berpihak kepada rakyat, terutama mereka yang miskin. Rakyat miskin masih seperti terjajah dalam bidang ekonomi, hukum, bidang pendidikan.

Beberapa hari ini media massa mengisuekan bahwa subsidi BBM sebesar 107 triliun, dinikmati orang kaya  -suatu pernyataan untuk mendukung kenaikan BBM-. Sebetulnya bukan hanya itu saja rakyat miskin kalah bersaing dengan orang kaya. Bidang Ekonomi Jelas si miskin kalah, bidang pendidikan beberapa tahun ini sudah dirintis metode untuk membunuh peluang si miskin memperoleh pendidikan berkualitas, sedikit saja bahkan sangat sedikit peluang yang diberikan kepada si miskin. Orang miskin dapat sekolahnya ya tidak berkualitas, lulusannya ya jadi tidak kompeten, ketika lulus dapat pekerjaan dengan gaji yang rendah, akibatnya kehidupannya juga tidak sejahtera, maka kembali menjadi slogan sekali miskin tetap miskin.  Di bidang lain saya pikir akan sama yakni terjadi siklus kemiskinan.

Dalam kaitannya dengan kenaikan harga BBM orang kaya memang tidak sepatutnya memperoleh subsidi, namun kita tahu bahwa dampak kenaikan harga BBM lebih menyengsarakan yang miskin dari pada yang kaya. Kita sudah berpengalaman tentang kenaikan BBM, tapi kita tahu sejak dulu tidak terdapat dampak terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat miskin, yang terjadi adalah yang miskin atau menjelang miskin menjadi lebih muis…kin. Saya pikir jika ditanyakan kepada rakyat miskin, mereka pasti setuju harga BBM tidak dinaikkan agar kehidupannya tidak semakin sengsara, mereka rela subsidi dinikmati orang kaya. Mengapa karena tidak ada skema yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Dalam rangka memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, pikirkanlah mereka yang lemah dan tertindas, bangkitlah bangsaku, bangkitlah negeriku, bangkitlah rakyat miskin.





Kenaikan BBM : Pendapatan Pengemis Turun

16 05 2008

Harga BBM belum dinaikkan, namun dampaknya sudah menimpa kepada seluruh lapisan masyarakat harga semua kebutuhan pokok beras, minyak tanah, gula terus melambung, premium dan elpiji naik kelas menjadi bahan mewah, diperebutkan, ditimbun, diselundupkan. Dilain pihak pendapatan masyarakat tidak kunjung naik sebagai akibatnya yang pasti adalah turunnya derajad kesejahteraan masyarakat, bagi mereka yang berpenghasilan besar tidak ada masalah, namun bagi yang berpendapatan pas-pasan dipastikan menjadi miskin, bagi yang sudah miskin akan menjadi super miskin. Bagaimana kalau BBM sudah dinaikkan saya pikir jauh lebih parah, saya pikir di Indonesia akan menjadi samudra kemiskinan.

Pengemis mengandalkan pendapatannnya dari belas kasih orang lain, peningkatan jumlah masyarakat miskin berpotensi meningkatkan jumlah pengemis meningkat, dipihak lain jumlah penderma akan menurun seiring meningkatnya jumlah penduduk yang terperangkap kantong kemiskinan, sebagai akibatnya adalah kompetisi pengemis menjadi semakin ketat, saya pikir tindak kriminal dan kerusuhan sesama pengemis akan semakin meningkat, yang pada gilirannya meningkatkan konflik horisontal yang semakin tajam.

Hanya waktu yang akan membuktikannya, selamat menunggu.





Rakyat dan Kenaikan BBM

15 05 2008

Pemerintah nampaknya sudah tidak lagi mampu menanggung beban harga minyak dunia yang terus melambung, kebijakan yang diambil sangat mudah ditebak yakni menaikkan harga BBM, simple dan mudah dilaksanakan , tak perlu pandai dan tidak butuh kearifan.

Korban kebijakan itu sudah sangat jelas adalah rakyat miskin, bagi orang yang kaya dinaikkan berapa saja harga BBM tidak ada masalah, mobil tetap mewah dgn enak menelusuri jalan ditengah kota, bahkan kalau perlu naik ke gunung yang tinggi, semuanya tidak ada masalah. Bagaimana dengan yang miskin atau menjelang miskin, saya kira mereka akan terperosok lebih dalam ke kantong kemiskinan dan nampaknya akan sulit untuk ditarik keluar dari kantong itu, semboyannya menjadi sekali miskin tetap miskin. Salah sendiri kok miskin, siapa suruh menjadi miskin mungkin itu kilah pejabat. Kantong itu dapat diperkirakan semakin lama tidak akan mengempis tetapi malah menggembung, suatu ironi di negara yang kaya raya sumber daya alam ini.

Dalam rangka menahan lajunya penggembungan kantong kemiskinan pemerintah akan menyalurkan dana bantuan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang pada tahun 2005 besarnya Rp. 100.000,- dibayarkan 3 bulan sekali, selama satu tahun. mungkin pada tahun 2008 jumlah itu harus dinaikkan tidak memadai lagi. Bantuain itu saya pikir tidak menjadi solusi, hanya sekedar menahan penerima BLT tetap dalam kondisi miskin tidak sampai menjadi sangat sangat miskin, belum lagi masalah distribusinya yang tidak samapai pada sasaran. Padahal data yang sama akan digunkan pada tahun 2008, sangat tidak siap.

Bagaimana dengan mereka yang menjelang miskin , saya pikir akan mereka akan jatuh pada kantong kemiskinan sehingga jumlah mereka yang miskin akan menjadi sangat besar,

Hai kemana saja minyak bumi ku yang melimpah ruah itu, kenapa minyak tanah, elpiji, menjadi barang yang mewah saat ini nasib..nasib/.

Pe