Kebangkitan Nasional Kenaikan Harga BBM

19 05 2008

farmakologi igolokamnfarDalam rangka menyambut hari kebangkitan nasional yang ke 100, kado istimewa bangsa ini adalah rencana kenaikan bahan bakar minyak yang diperkirakan mencapai 30%. Pro dan kontra tentang kebijakan ini sedang berlangsung, pemerintah dan penyokongnya berkampanye mengenai bahwa kebijakan ini untukagar rakyat miskinlah yang seharusnya disubsidi karena saat ini garuda-pancasila copysubsidi BBM dinikmati orang kaya. Bagi yang kontra berargumen bahwa dampak kenaikan harga BBM yang menderita tetap rakyat miskin bukan orang kaya, pemerintah sampai saat ini belum memiliki obat mujarab untuk mengatasi masalah yang timbul akibat kenaikan harga BBM.

Pada tanggal 20 Mei 1908 berdirilah organisasi politik yang bernama Boedi Oetomo, hari kelahirannya dijadikan hari Kebangkitan Nasional yang secara resmi diperingati setiap tanggal 20 Mei, sehingga pada tahun 2008 ini merupakan peringatan yang ke 100. Boedi oetomo adalah organisasi politik pertama di Indonesia yang memiliki tujuan sangat monumental pada masanya yakni mencapai Indonesia Merdeka, bebas dari belenggu penjajahan, mandiri, mampu mengurus negara dan bangsa menjadi lebih sejahtera.

Sering kali ditanyakan, ‘Apakah kita sudah Merdeka ?’. Jawaban masalah ini tidak mudah, Ekonomi, hukum, pendidikan samapai saat ini belum berpihak kepada rakyat, terutama mereka yang miskin. Rakyat miskin masih seperti terjajah dalam bidang ekonomi, hukum, bidang pendidikan.

Beberapa hari ini media massa mengisuekan bahwa subsidi BBM sebesar 107 triliun, dinikmati orang kaya  -suatu pernyataan untuk mendukung kenaikan BBM-. Sebetulnya bukan hanya itu saja rakyat miskin kalah bersaing dengan orang kaya. Bidang Ekonomi Jelas si miskin kalah, bidang pendidikan beberapa tahun ini sudah dirintis metode untuk membunuh peluang si miskin memperoleh pendidikan berkualitas, sedikit saja bahkan sangat sedikit peluang yang diberikan kepada si miskin. Orang miskin dapat sekolahnya ya tidak berkualitas, lulusannya ya jadi tidak kompeten, ketika lulus dapat pekerjaan dengan gaji yang rendah, akibatnya kehidupannya juga tidak sejahtera, maka kembali menjadi slogan sekali miskin tetap miskin.  Di bidang lain saya pikir akan sama yakni terjadi siklus kemiskinan.

Dalam kaitannya dengan kenaikan harga BBM orang kaya memang tidak sepatutnya memperoleh subsidi, namun kita tahu bahwa dampak kenaikan harga BBM lebih menyengsarakan yang miskin dari pada yang kaya. Kita sudah berpengalaman tentang kenaikan BBM, tapi kita tahu sejak dulu tidak terdapat dampak terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat miskin, yang terjadi adalah yang miskin atau menjelang miskin menjadi lebih muis…kin. Saya pikir jika ditanyakan kepada rakyat miskin, mereka pasti setuju harga BBM tidak dinaikkan agar kehidupannya tidak semakin sengsara, mereka rela subsidi dinikmati orang kaya. Mengapa karena tidak ada skema yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Dalam rangka memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, pikirkanlah mereka yang lemah dan tertindas, bangkitlah bangsaku, bangkitlah negeriku, bangkitlah rakyat miskin.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: